Mencari Kebenaran Ilmiah

Tulisan Pak Koesoema dibawah inimenggugah kita untuk terus mencari kebenaran. Perlu diingat bahwa kebenaran science pasti akan sementara. Hampir semua scientist akan mencoba mengungkap kebenaran versi dirinya. Perjalanan yang saya beri judul “Mencari Kebenaran Ilmiah” ini dicatat Pak Koesoemadinata dibawah ini dalam pengungkapan fakta terlahirnya Lusi (Lumpur Sidorajo.

Mencari Kebenaran ilmiah

oleh Prof Dr RP. Koesoemadinata

Saya kagum atas keteguhan dari Sdr. Awang ini dalam mempertahankan pendapat ilmiahnya. Ini mengingatkan saya pada A.A. Meyerhoff, salah seorang editor AAPG tahun 70-han yang sangat terkenal sebagai geoscientist kaliber dunia, yang sampai akhir hayatnya (di tahun 90-an?) tidak dapat menerima teori Plate-tectonics, walaupun lebih dari 90 % (bahkan mungkin lebih dari 99%) geoscientist di seluruh dunia telah menerima plate-tectonics sebagai suatu fakta ilmiah atau kenyataan. Beliau bahkan sempat mempublikasikan suatu teori tandingan berjudul “Surge Tectonics” (yang dapat menerangkan gejala-gejala tektonik dunia yang kelihatannya hanya dapat dijelaskan dengan plate-tectonics) yang setelah ditolak oleh editor2 di majalah-majalah ilmiah terkemuka di dunia akhirnya diterbitkan pula oleh Journal of SE Asia Geosciences. Baca lebih lanjut

Iklan

Kiprah Ilmuwan Muslim dalam Perkembangan Awal Ilmu Geologi

Tadi wektu jalan-jalan di bentara internet dan blog ketemu tulisan temen geologi yang menulis tentang perkembangan ilmu geologi diwaktu awal. Dan menariknya khusus kiprah ilmuwan muslim dalam perkembangan ilmu ini.

Salahuddin yang Doktor dari Universitas Brunei Darussalam menuliskannya.

Baca lebih lanjut

East Indies Episode (Fabricius, 1949) : Bumi Hanguskan Minyak !

Monumen Bandung Lautan Api

Monumen Bandung Lautan Api

Tulisan Pak Awang H S

“East Indies Episode” adalah judul sebuah buku tulisan Johan Fabricius tahun 1948. “Bumi Hanguskan Minyak !” adalah instruksi resmi Pemerintah Hindia Belanda dari Batavia ke seluruh lapangan minyak di Borneo, Sumatra, Papua dan Jawa pada 8 Desember tahun 1941 beberapa jam setelah pecahnya Perang Pasifik. Ada apa ini ?

😦 “Wah Pakdhe, mosok kok trus aneh-aneh gini ya manusia itu. Gimana kok bisa muncul pikiran lebih baik mati ketimbang malu”

Baca lebih lanjut

Ngrayong Sandstones – Shelf versus Deepwater : the Debate Continues

By Awang Harun Satyana

Para geologist yang pernah bekerja di Cekungan Jawa Timur mengenal perdebatan ini : Ngrayong sebagai endapan paparan (shelf) dan Ngrayong sebagai endapan lautdalam (deepwater/deep marine). Tidak akan jadi perdebatan kalau yang dimaksud adalah unit Ngrayong di dua tempat sebab wajar saja di satu tempat yang lebih dekat ke darat Ngrayong sebagai endapan paparan, dan di tempat lain yang lebih jauh dari darat Ngrayong sebagai endapan lautdalam. Masalahnya adalah, untuk satu tempat yang sama yaitu di wilayah Cepu, Ngrayong telah ditafsirkan secara berbeda : shelf deposits atau deepwater deposits (?). Lalu persoalan ini makin meluas sebab perdebatan di Cepu itu telah dibawa ke mana-mana di seluruh Cekungan Jawa Timur. Baca lebih lanjut

Teknologi Petrobras: Buah Riset selama sekitar 50 tahun

No ImageMungkin ada yang penasaran Petrobras yang mulai jadi belalang akhir-akhir ini (maksudte naik daun). Ya Petrobras adalah perusahaan minyak Brasil yang sudah mulai merambah dunia, memperkuat jajaran NOC (National Oil Co) dalam bersaing dengan IOC (International Oil Company).

Cak Min, adalah seorang Geologist Indonesia lulusan Geologi UGM, yg saat ini bekerja di YPF di Spain (Spanyol) mendongeng tentang Petrobras. Cak Min merupakan salah satu candidate Doctor di bidang Geologi dr Monas University. Baca lebih lanjut

Di Mana Pusat Sriwijaya : Argumen Geomorfologi

malindo.jpgDongengnya Pak Awang HS

Kerajaan Sriwijaya (683-1377 M) adalah kerajaan maritim tertua di Indonesia dan merupakan kerajaan pertama di Nusantara yang menguasai banyak wilayah : seluruh Sumatra, Semenanjung Malaya, Kalimantan, Nusa Tenggara, Maluku dan Mindanao. Karena wilayah kekuasaannya itu, Sriwijaya di dalam literatur sejarah suka disebut sebagai Negara Nusantara I. Dalam hal keberadaannya, Sriwijaya punya periode kekuasaan tiga kali lebih panjang daripada Majapahit, meskipun Majapahit juga yang menaklukkan Sriwijaya.
Baca lebih lanjut

NASIONALISASI ASSET MIGAS (Bagian pertama)

NASIONALISASI, bukanlah sebuah perebutan ‘blatant’ seperti ngrampok.Nasionalisasi adalah pengalihan penguasaan dan pengelolaan yang dilakukan oleh negara, seringkali sebenernya untuk tujuan politis selain tujuan materiil ekonomis. Seorang muridku eh sekarang jadi kolegaku, menuliskan dibawah ini. Cukup menarik untuk disimak untuk menjawab tiga pertanyaan dasar yang diajukannya.

1. Perlukah kita melakukan nasionalisasi?
2. Nasionalisasi jenis apa yang akan kita terapkan?
3. Setelah asset diambil alih, trus mau apa?

Baca lebih lanjut