Ngrayong Sandstones – Shelf versus Deepwater : the Debate Continues

By Awang Harun Satyana

Para geologist yang pernah bekerja di Cekungan Jawa Timur mengenal perdebatan ini : Ngrayong sebagai endapan paparan (shelf) dan Ngrayong sebagai endapan lautdalam (deepwater/deep marine). Tidak akan jadi perdebatan kalau yang dimaksud adalah unit Ngrayong di dua tempat sebab wajar saja di satu tempat yang lebih dekat ke darat Ngrayong sebagai endapan paparan, dan di tempat lain yang lebih jauh dari darat Ngrayong sebagai endapan lautdalam. Masalahnya adalah, untuk satu tempat yang sama yaitu di wilayah Cepu, Ngrayong telah ditafsirkan secara berbeda : shelf deposits atau deepwater deposits (?). Lalu persoalan ini makin meluas sebab perdebatan di Cepu itu telah dibawa ke mana-mana di seluruh Cekungan Jawa Timur. Baca lebih lanjut

Hardi Prasetyo : KILAS BALIK ‘SEGITIGA MASALEMBO ANTARA TRAGEDI KEMANUSIAAN ’TAMPOMAS’ DENGAN INSPIRASI ILMU KEBUMIAN’

Dalam menyambut setahun BPLS, PAk Hardi Prasetyo dari BPLS kembali menuliskan makalah sains. Walaupun kali ini Pak Hardi Prasetyo berbicara soal Tampomas di Segitiga Masalembo, namun semangat bahwa didalam setiap kebencanaan akan muncul pemikir-pemikir baru yang akan bermanfaat.

Beliau sebagai anggota BPLS mengajak kita untuk tidak berhenti berpikir pada apa penyebab Semburan Lumpur Sidoarjo saja tetapi juga meneliti fenomena alam ini sebagai wacana ilmiah

😦 “Wah Pakdhe, Sepertinya penelitian ilmiah dengan tragedi Lusi ini memang diteruskan ya Pakdhe ?”
😀 “Betul Thole, Pak Menteri Teknologi Kusmayanto yang secara politis menyatakan Lusi sebagai bencana alam jtidak boleh brenti disini saja. Beliau justru menjadi orang yang bertanggung jawab untuk meneruskan dan mendukung penelitian ilmiah soal Lusi ini, Thole”

Kali ini Pak Hardi melakukan flash back atau klias balik bagaimana beliau selalu dihadapkan pada tragedi ketika sedang berpikir ilmiah.

KILAS BALIK ‘SEGITIGA MASALEMBO ANTARA TRAGEDI KEMANUSIAAN ’TAMPOMAS’ DENGAN INSPIRASI ILMU KEBUMIAN’ DALAM UPAYA MENCARI ‘MIGAS’ SEBAGAI SUMBER DAYA ALAM TAK TERBARUKAN DI KAWASAN FRONTIER
Baca lebih lanjut