Posted on September 9, 2008 by Rovicky
By Awang Harun Satyana
Para geologist yang pernah bekerja di Cekungan Jawa Timur mengenal perdebatan ini : Ngrayong sebagai endapan paparan (shelf) dan Ngrayong sebagai endapan lautdalam (deepwater/deep marine). Tidak akan jadi perdebatan kalau yang dimaksud adalah unit Ngrayong di dua tempat sebab wajar saja di satu tempat yang lebih dekat ke darat Ngrayong sebagai endapan paparan, dan di tempat lain yang lebih jauh dari darat Ngrayong sebagai endapan lautdalam. Masalahnya adalah, untuk satu tempat yang sama yaitu di wilayah Cepu, Ngrayong telah ditafsirkan secara berbeda : shelf deposits atau deepwater deposits (?). Lalu persoalan ini makin meluas sebab perdebatan di Cepu itu telah dibawa ke mana-mana di seluruh Cekungan Jawa Timur. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Geology Basins, Geoscience, Regional Indonesia, Sedimentologi | Ditandai: east java basin, ngrayong, provenance, reservoir, sandstones | 3 Komentar »
Posted on Agustus 23, 2008 by Rovicky

Mungkin ada yang penasaran Petrobras yang mulai jadi belalang akhir-akhir ini (maksudte naik daun). Ya Petrobras adalah perusahaan minyak Brasil yang sudah mulai merambah dunia, memperkuat jajaran NOC (National Oil Co) dalam bersaing dengan IOC (International Oil Company).
Cak Min, adalah seorang Geologist Indonesia lulusan Geologi UGM, yg saat ini bekerja di YPF di Spain (Spanyol) mendongeng tentang Petrobras. Cak Min merupakan salah satu candidate Doctor di bidang Geologi dr Monas University. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Rupa-rupi | Ditandai: Minarwan, Oil and Gas, Petrobras | 1 Komentar »
Posted on Agustus 13, 2008 by Rovicky
Dongengnya Pak Awang HS
Kerajaan Sriwijaya (683-1377 M) adalah kerajaan maritim tertua di Indonesia dan merupakan kerajaan pertama di Nusantara yang menguasai banyak wilayah : seluruh Sumatra, Semenanjung Malaya, Kalimantan, Nusa Tenggara, Maluku dan Mindanao. Karena wilayah kekuasaannya itu, Sriwijaya di dalam literatur sejarah suka disebut sebagai Negara Nusantara I. Dalam hal keberadaannya, Sriwijaya punya periode kekuasaan tiga kali lebih panjang daripada Majapahit, meskipun Majapahit juga yang menaklukkan Sriwijaya.
Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Rupa-rupi | Ditandai: palembang, pusat kerajaan, srivijaya, sriwijaya | 8 Komentar »
Posted on Agustus 9, 2008 by Rovicky
NASIONALISASI, bukanlah sebuah perebutan ‘blatant’ seperti ngrampok.Nasionalisasi adalah pengalihan penguasaan dan pengelolaan yang dilakukan oleh negara, seringkali sebenernya untuk tujuan politis selain tujuan materiil ekonomis. Seorang muridku eh sekarang jadi kolegaku, menuliskan dibawah ini. Cukup menarik untuk disimak untuk menjawab tiga pertanyaan dasar yang diajukannya.
1. Perlukah kita melakukan nasionalisasi?
2. Nasionalisasi jenis apa yang akan kita terapkan?
3. Setelah asset diambil alih, trus mau apa?
Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Rupa-rupi | Ditandai: migas, nasionalisasi | 1 Komentar »
Posted on Juni 23, 2008 by Rovicky
Oleh :Yahdi Zaim *)
Ketika mengikuti perkuliahan pada tahun pertama 25 tahun yang lalu di Jurusan Teknik Geologi FTM-ITB, saya sempat bingung mencerna makna dua kata kunci yang selalu muncul dalam geologi, yaitu ruang dan waktu (time and space). Kebingungan saya ini bukan karena tidak mengerti maksud dan arti kedua kata kunci tadi, tetapi untuk mencerna dimensi yang terkandung dalam ruang dan waktu tersebut. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Uncategorized | 1 Komentar »
Posted on Juni 12, 2008 by Rovicky
Orek-orekane Awang
Barangkali masih ingat pelajaran Kimia saat SMA dulu, katalisator adalah zat yang membantu mempercepat suatu reaksi kimia. Sintesis FT adalah paradigma anorganik, jelas tak bisa dikaitkan ke analisis tipe kerogen, TOC, rock-eval pyrolysis. Kalau di lingkungan geotektonik, bahan bakunya hanya CO atau CO2 hasil dekarbonasi karbonat yang masuk ke wilayah termal tinggi dan H dari proses serpentinisasi peridotit yang dibantu air laut.
Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Petroleum Geology | Ditandai: abiogenic, abiotic, generation, oil, origin, petroleum | Leave a Comment »
Posted on Juni 11, 2008 by Rovicky
Dongengan Pak Awang H Satyana
Charles Darwin (1809-1882) tak hanya menulis “The Origin of Species” (1859). Ada empat buku lainnya yang berhubungan yang tak terlalu banyak dibicarakan orang tetapi sangat penting kalau mau mempelajari teori evolusi Darwin secara utuh. Untuk menemukan kelima buku Darwin itu tidak mudah, tetapi penerbit Amerika Barnes and Noble mengumpulkannya ke dalam satu buku yang diberi judul “The Darwin Compendium“. Setiap orang yang mau mendebat teori evolusi atau mendukungnya, sebaiknya membaca dulu buku ini agar debat atau dukungannya punya dasar, tidak hanya ikut-ikutan. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Uncategorized | 1 Komentar »
Posted on Juni 9, 2008 by Rovicky
By Awang H Satyana
Perdebatan tentang asal hidrokarbon apakah digenerasi secara biogenik (organik) dan/atau abiogenik (anorganik) masih terus berlangsung. Kedua kubu pemikiran bisa dipertemukan pada Juni 2005 di Calgary, Canada pada suatu konferensi yang disponsori AAPG –Hedberg Research Conference on “Origin of Petroleum”. Suatu ciri bahwa teori anorganik tidak lagi dipandang apriori. Laporan tentang konferensi ini baru dipublikasikan pada AAPG Bulletin edisi Mei 2008 (Katz dkk., 2008). Laporan ini saya pikir netral alias tidak memihak kepada satu kubu sebab ditulis secara bersama oleh para pendukung teori biogenic dan/atau abiogenic. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Petroleum Geology, Rupa-rupi | Ditandai: abiogenic, biogenic, terbentuknya minyak | 1 Komentar »
Posted on Mei 13, 2008 by Rovicky
Dongengan Ma’rufin
Konjungsi (ijtima’) itu makna harfiahnya “berkumpul” dan dalam astronomi digunakan untuk menyatakan dua anggota tata surya yang nampak berdekatan/berkumpul/”menyatu” bila dilihat dari Bumi.
Konjungsi Bulan – Matahari terjadi ketika dua benda langit itu berada pada garis bujur ekliptik yang sama dalam tata koordinat ekliptika. Kita biasa menyebutnya kondisi “bulan baru.” Saat hal ini terjadi, penduduk Bumi akan menyaksikan Matahari dan Bulan sangat berdekatan, namun tentunya secara visual Bulan takkan pernah dapat dilihat mata telanjang. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Uncategorized | Leave a Comment »
Posted on April 16, 2008 by Rovicky
Dongengan Pak Awang H Satyana
Cerita berikut ini disarikan dari buku lama “Oost Indische Spiegel” tulisan Rob Nieuwenhuys (1972) yang berisikan kisah-kisah di Indonesia sebelum tahun 1900.
Rob Nieuwenhuys adalah seorang sastrawan Belanda kelahiran Semarang dan besar di Surabaya serta Jakarta sebelum ia berkarier di Belanda. Minat utamanya adalah karya-karya sastra dan non-sastra yang terbit di Indonesia sebelum tahun 1900. Ia pernah menyoroti karya-karya ahli bahasa van Eysinga (1796-1856), asisten residen Lebak Douwes Dekker (1820-1887), ahli budaya Batak dan Bali van der Tuuk (1824-1894), wartawan dan sastrawan roman P.A. Daum (1850-1898) dan kini yang mau saya ceritakan sedikit : Georg Eberhard Rumpf atau Rumphius (1628-1702), naturalis Jerman di Ambon yang luar biasa. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Rupa-rupi | Leave a Comment »